Pertama kalinya saya menanamkan pada diri saya untuk tetap tinggal disebuah pintu masuk yang tak pernah terbuka untuk saya. menanamkan diri untuk bertahan disatu garis penuh dengan kegamangan. Tidak pernah ada pertanyaan kenapa ini bertahan begitu lama? Jawaban yang tak lain adalah karena rasa nyaman. Baik atau buruknya sudah tidak saya pedulikan, menoleh atau tidaknya tetap saya yang bertahan.
Orang bilang kenapa saya bertahan untuk orang yang tidak pernah memedulikan perasaan saya? Jawaban saya "siapa bilang?" dia bukan tidak memedulikan saya, bahkan dia selalu memedulikan saya dengan tidak menunjukan sisi pedulinya. Dia tetap menjaga perasaan saya sampai sejauh ini. Dia masih mengetahui kebiasan baik dan buruk saya walaupun kami jarang bertemu.
"Bukan tentang saling memiliki, bahkan kepedulian hadir dari rasa terbiasa. Mungkin dia tidak sedikitpun membuka pintu ketika saya mengetuk pintu, pintunya tidak pernah terkunci, hanya saja saya bukan orang yang diinginkannya untuk masuk.Saya tidak bisa memaksakan kehendak, baginya saya bukan tamu, hanya teman mengobrol diteras, bukan didalam rumah."
Suatu saat saya juga harus berhenti, berhenti memilih sendiri untuk menunggu yang tidak pernah datang. Dia tidak egois, hanya saja saya yang egois. Memaksakan diri untuk terus menyakiti diri sendiri.
Ada saatnya dia juga bosan, bosan menjaga perasaan saya dan menjaga perasaan orang yang harusnya dia kejar. Saya tekankan lagi dia tidak egois, hanya saja dia sedang berusaha menemukan orang yang mampu masuk kedalam rumahnya.
Jatuh hati kadang menyenangkan, tapi.. kamu harus tau dimana rumahmu. Jangan memaksakan diri bertahan bila arah tujuanmu untuk pulang bukan dia.
Mari berpegangan tangan, bila dia bukan rumahmu.. KAMU ADALAH RUMAHMU, KAMU ADALAH PEMILIKNYA.
Pulanglah, terkadang Cinta yang menurutmu baik, bukan Cinta yang di inginkin oleh Tuhan.
Tidak selamanya jatuh cinta itu menyenangkan, tidak semua yang kamu harap berakhir dengan baik akan berujung sesuai rencanamu.
Pada akhirnya harus percaya takdir Tuhan.
Pulang kerumah sendiri dan memulai semua dari awal.
Hidupmu belum berakhir, hanya saja..
Kamu harus mengakhiri pertengkaran hebat dengan hatimu sediri untuk memilih bertahan atau pulang.