Sabtu, 14 Januari 2023

Putih Tidak Akan Memudar, Hitam Tidak Selalu Pekat

Dari sekian banyak ketakukan, mungkin ini salah satunya aku tidak ingin melakukan kesalahan. Di depannya aku harus selalu sempurna. Menyelesaikan dengan baik, melakukan dengan benar tanpa ada celah untuk salah. Jika salah aku selalu dicambuk dengan muntahan lahar panas dari mulutnya. Beberapa kali dia membuatku terbakar, kulitku melepuh dan menyisakan luka yang sulit untuk diobati.

Semua yang aku lakukan selalu menjadi bahan koarannya setiap pagi di depan para keledai berkuping besar. Mereka menatapku dengan membesarkan pupilnya. Dia umumkan kepada dunia jika aku salah dan tak ada kesempatan untuk diperbaiki. Dengan mendongakan pandangannya dia berkata "KAMU TIDAK BECUS, KAMU SELALU LAKUKAN KESALAHAN YANG SAMA BERULANG KALI DAN TERUS MENERUS SALAH, KAMU BODOH! KAMU TOLOL!". 

Mengayuh sepeda mana lagi yang aku tak mampu? mendaki gunung mana lagi yang aku tak mampu? membentuk tenda mana lagi yang aku tak mampu? perkakas mana lagi yang harus aku pakai? Kain mana lagi yang harus aku tenun?

Segalanya yang kau tak mampu aku bisa, segalanya yang kau tak fahami aku mengerti, segala yang kau kayuh padahal selalu tak sampai. Aku lakukan untukmu, aku belajar untukmu, aku berjuang untukku agar kau tak sesekali meremehkanku. Tapi, kau tetap angkuh bahwa kau manusia paling mantap dalam segala hal.

Sedikit saja,
Aku ingin sesekali kamu fahami, Aku si bodoh ini, ingin sesekali didengar dan ditanya "apa yang menjadi hambatan? Apa yang harus diatasi agar ini semua benar? Tidak apa-apa, mari kita perbaiki."
Sekali saja,
Katakan sesuatu "biar aku saja yang urus, kamu beristirahatlah."

Aku bahkan sering melindungimu dari pedang. Apa kamu lihat aku berdarah-darah tersayat pedang yang mengenai kulitku?

Kamu bahkan tidak mau tahu kan?
Kamu bahkan terbiasa tanpa empati.

Aku ingin sudahi,
Aku ingin selesai,
Aku tidak ingin menjadi tamengmu lagi,

Aku tidak mau mengatakan hal jahat kepadamu, tapi sekali saja.
Doakan aku agar aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan mendapatkan yang terbaik.

Tidak ada surga untukku melarikan diri.
Ya,
Tapi ini terlalu neraka untukku yang tanpa kamu tahu aku dianggap malaikat oleh manusia yang selalu bersyukur di kerajaan lain.

Semoga hidupmu jauh lebih baik dan tidak lagi menusuki jantung orang lain.
Aku harap hanya aku yang dianiaya oleh kata-kata kotormu yang selalu menghiasi mulutmu itu.

Ingatlah,
Tuhan Maha Adil.

Selasa, 16 Juni 2020

Layar Terkembang

Pertama kalinya saya menanamkan pada diri saya untuk tetap tinggal disebuah pintu masuk yang tak pernah terbuka untuk saya. menanamkan diri untuk bertahan disatu garis penuh dengan kegamangan. Tidak pernah ada pertanyaan kenapa ini bertahan begitu lama? Jawaban yang tak lain adalah karena rasa nyaman. Baik atau buruknya sudah tidak saya pedulikan, menoleh atau tidaknya tetap saya yang bertahan.
Orang bilang kenapa saya bertahan untuk orang yang tidak pernah memedulikan perasaan saya? Jawaban saya "siapa bilang?" dia bukan tidak memedulikan saya, bahkan dia selalu memedulikan saya dengan tidak menunjukan sisi pedulinya. Dia tetap menjaga perasaan saya sampai sejauh ini. Dia masih mengetahui kebiasan baik dan buruk saya walaupun kami jarang bertemu.

"Bukan tentang saling memiliki, bahkan kepedulian hadir dari rasa terbiasa. Mungkin dia tidak sedikitpun membuka pintu ketika saya mengetuk pintu, pintunya tidak pernah terkunci, hanya saja saya bukan orang yang diinginkannya untuk masuk.Saya tidak bisa memaksakan kehendak, baginya saya bukan tamu, hanya teman mengobrol diteras, bukan didalam rumah."
Suatu saat saya juga harus berhenti, berhenti memilih sendiri untuk menunggu yang tidak pernah datang. Dia tidak egois, hanya saja saya yang egois. Memaksakan diri untuk terus menyakiti diri sendiri.

Ada saatnya dia juga bosan, bosan menjaga perasaan saya dan menjaga perasaan orang yang harusnya dia kejar. Saya tekankan lagi dia tidak egois, hanya saja dia sedang berusaha menemukan orang yang mampu masuk kedalam rumahnya.
Jatuh hati kadang menyenangkan, tapi.. kamu harus tau dimana rumahmu. Jangan memaksakan diri bertahan bila arah tujuanmu untuk pulang bukan dia.
Mari berpegangan tangan, bila dia bukan rumahmu.. KAMU ADALAH RUMAHMU, KAMU ADALAH PEMILIKNYA.
Pulanglah, terkadang Cinta yang menurutmu baik, bukan Cinta yang di inginkin oleh Tuhan.
Tidak selamanya jatuh cinta itu menyenangkan, tidak semua yang kamu harap berakhir dengan baik akan berujung sesuai rencanamu.

Pada akhirnya harus percaya takdir Tuhan.
Pulang kerumah sendiri dan memulai semua dari awal.

Hidupmu belum berakhir, hanya saja..
Kamu harus mengakhiri pertengkaran hebat dengan hatimu sediri untuk memilih bertahan atau pulang.

Jumat, 19 Februari 2016

Sudut Pandang Orang Pertama

Selamat malam,

Di tengah malam ini saya memperbaharui tulisan ini.
Kelihatannya usang, sudah tidak sesuai dengan permukaan hati.
Saya sudah bilang bahwa saya makhluk dinamis. Terkadang itu saya rasa baik bagi saya. Ternyata di masa depan hati saya berkata lain.

Dari sini,
Saya hanya menulis kutukan dan keajaiban yang saya alami. Semuanya akan terlihat indah maupun suram tergantung sudut pandang pembacanya.

Bukan profesi mengenai tulis menulis, tapi saya yakin. Ketika saya sedang ingin menulis. Itu disaat suara saya sedang parau atau sedang tersenyum manis.
Saya tidak ingin menjadi pusat perhatian. Hanya saja saya ingin menyampaikan pesan untuk masa depan. Bahwa saya pernah mengalami dan memaknai kehidupan ini sebegitunya sampai dibuat sebuah tulisan yang mungkin nantinya akan saya tertawakan atau berdecak kagum.


Selamat membaca.


Kamis, 31 Desember 2015

Kotak Pandora

 Pernah mendengar tentang mitologi Yunani tentang Kotak Pandora? Sedikit kita ulas mengenai mitologi yang memberi pesan moral yang luar biasa ini. 

Dikisahkan umat manusia di masa lalu membuat kesalahan yaitu mencuri api dari gunung olimpus. Tak tinggal diam dewa Zeus memerintahkan salah seorang anaknya untuk membuat seorang manusia. Terciptalah Pandora, ia adalah perempuan pertama yang tercipta di dunia. Lalu Zeus memberikan Pandora kepada Epimetheus untuk dinikahi. Saudaranya bernama Prometheus berusaha memberitahunya untuk tidak menikahi Pandora. Tetapi melihat Pandora yang mempesona Epimetheus kukuh atas pendiriannya untuk menikahi Pandora. 

Di hari pernikahan mereka para dewa memberi hadiah kepada Pandora. Hadiah tersebut adalah sebuah guci atau yang dimaksud adalah kotak dengan hiasan indah menyilaukan mata. Namun ada syarat yang tidak boleh dilanggar olehnya yaitu tidak boleh membuka kotak cantik tersebut sampai kapanpun.

Karena penasaran dengan isi didalam kotak. Pandora membuka kotak tersebut dan mencium aroma yang sangat buruk menyeruak diudara ketika kotak itu terbuka. Dari dalam kotak tersebut terdengar suara kerumunan yang memaksa keluar dan beterbangan. Seketika Pandora sadar telah melepaskan sesuatu yang buruk dari sebuah kotak tersebut niat hati ingin menutup kembali tetapi sudah terlambat, malapetaka sudah menyebar keseluruh dunia. Keserakahan, masa tua, rasa lapar, kegilaan, rasa sakit, wabah penyakit, cemburu, kejahatan, penderitaan dan segala penyebab keburukan sudah menyebar luas keseluruh penjuru dan menjangkiti umat manusia. Pandora sangat menyesal dan mencoba membuka kembali kotak tersebut. Pandora terkejut karena ada satu yang tertinggal di kotak yaitu "harapan". Satu hal yang tidak pernah terlepas darinya yaitu sebuah pengharapan. Dari semua penderitaan yang mereka alami hanya satu tumpuan yang dapat menenangkan jiwa, yaitu adalah "harapan".

Dewa memang menghukum umat manusia karena dosanya. dengan bijaksana dewa memberi mereka satu harapan. Bisa dikatakan "Kotak Pandora" yang terlihat berharga yang sebernarnya adalah sebuah kutukan. Kotak Pandora adalah sesuatu yang diinginkan namun membawa masalah besar. Yang awalnya umat manusia merasakan kedamaian setelah kotak terbuka mereka mulai mengalami hal - hal buruk tapi kabar baiknya. Mereka masih memiliki satu hal baik diantara rentetan malapetaka yaitu Harapan.

Pesan moral yang kita petik dari kisah Pandora sebetulnya banyak sekali terlepas dari sudut pandang mana yang kita ambil. Sesuatu yang terbersit dari beberapa sudut pandang adalah jangan tergiurkan dengan sesuatu yang terlihat baik dan indah diluar. Jangan sampai kecerobohan diri sendiri merugikan orang banyak yang membuat carut marut. Pada akhirnya harus menerima resiko yang sangat besar. Tapi seberapa kacaunyapun masih ada satu hal baik yang patut disyukuri yaitu sebuah Harapan yang membentang luas di depan sana.

Rasa bersalah tak akan menghilang dari sosok Pandora. Tapi jauh didepan sana masih ada waktu bagi Pandora untuk menebus dan memperbaiki diri. Semuanya bergantung dengan Harapan mana yang disemogakan.